Pelatihan Sistem Pertanian Hidroponik kepada Masyarakat Batah Timur

Agustus 01, 2018


Desa Batah Timur merupakan desa yang terletak disebuah pesisir, sehingga lahan pertanian yang ada tidak begitu luas. Masyarakat Desa Batah Timur rata-rata berpenghasilan dari hasil petani dan nelayan. Hasil pertanian yang didapat berupa turi putih, kacang tanah, cabai rawit, jagung dan sudah terbiasa melakukan sistem pertanian dengan tehnik tumpang sari.

Keterbatasan lahan pertanian disuatu daerah bukanlah hambatan untuk melakukan sistem pertanian. Dengan sistem pertanian tehnik hidroponik dapat mengatasi hambatan mengenai masalah lahan pertanian yang sempit. Pertanian hidroponik tidak kalah penting dengan sistem pertanian konvensional yang sudah ada. Hidroponik sendiri merupakan sistem penanaman tanpa memanfaatkan tanah. Hidroponik memiliki kelebihan selain penggunaan lahan yang terbatas, juga karena bisa tumbuh dimana saja dan tidak bergantung pada musim. Bahkan diwilayah pesisir dengan iklim panas pun bisa tumbuh dengan baik

Inisiasi pelatihan sistem hidroponik ini disebabkan oleh adanya keluhan warga mengenai lahan pertanian yang kering dan sempit. Sehingga kelompok KKN 51 berinisiatif memecahkan masalah ini dengan melakukan sistem pertanian secara hidroponik. Kelompok KKN 51 mengadakan pelatihan sistem pertanian hidroponik dengan menggunakan tehnik wick system. Mengingat macam-macam hidroponik sendiri terdiri dari beberapa macam tehnik, salah satunya yaitu Wick System. Wick System merupakan sistem hidroponik dengan menggunakan sistem sumbu.

Syarat utama hidroponik ini memang terletak pada ketersediaan air, yang bisa saja berasal dari sumur, sumber, bahkan bisa menggunakan air PDAM. Untuk penyemaian bibit, biasa menggunakan bahan yang disebut dengan rockwool, yang bisa didapatkan ditoko pertanian dan dengan penambahan nutrisi berupa AB Mix. Media yang bisa digunakan yaitu berupa arang sekam, dan bahan lainnya yang bersifat basa. Masa tumbuh persemaian bibit sawi yang sudah berkecambah 7-10 hari biasanya sudah siap tanam.

Sistem pertanian hidroponik ini bukan tanpa masalah, mengingat masalah hidroponik yakni biaya pembuatan alat dan bahan yang digunakan memerlukan modal yang cukup besar. Namun untuk penerapan hidroponik di Desa Batah Timur sendiri sangat memiliki potensi yang cukup besar untuk dapat menghasilkan konsomsi pamgan rumahan. Kualitas hasil bahan hidroponik dipasaran cukup memiliki nilai jual yang sangat tinggi.

Kegiatan hidroponik di Desa Batah Timur dilakukan dengan pembuatan arang sekam. Arang sekam sendiri bisa didapat dari limbah penggilingan padi. Antusias remaja masjid di Desa Batah Timur sangat bersemangat dalam membantu pembuatan arang sekam. Arang sekam yang digunakan dapat digunakan untuk kegiatan hidroponik, mengingat tehnik hidroponik dengan Wick System yang digunakan. Respon pelatihan yang disampaikan cukup mengundang semangat kepada masyarakat Batah Timur, dimana masyarakat Batah Timur sebelum-sebelumnya belum pernah diadakan kegiatan pembuatan arang sekam.

Pengetahuan masyarakat mengenai sistem pertanian hidroponik belum sepenuhnya dapat dimengerti dan diterima, dimana mengenai biaya pembuatan pertanian sistem hidroponik ini cukup memerlukan modal yang sangat tinggi. Ilmu pengetahuan mengenai pertanian hidroponik di masyarakat Batah Timur belum sepenuhnya mengerti mengenai penanaman dengan sistem hidroponik.

Kegiatan hidroponik ini sendiri diharapkan dapat memberikan manfaat dan dampak positif terhadap masyarakat Batah Timur. Sehingga KKN 51 berharap dengan adanya pelatihan hidroponik ini masyarakat dapat menambah wawasan mengenai ilmu pertanian, bahwa ilmu pertanian tidak hanya menanam dengan lahan yang luas, namun lahan yang sempit pun masyarakat dapat melakukan penanaman dengan sistem hidroponik. Pemanfaatan pekarangan dan halaman rumahpun dapat dilakukan dengan sistem hidroponik, sehingga sangat cocok untuk Desa Batah Timur yanbg terkletak didaerah pesisir.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Bagaimana komentar Anda? EmoticonEmoticon