Potensi Udang di Batah Timur

Juli 20, 2018


Batah timur, 20 Juli 2018, banyak petani udang vaname yang melakukan panen parsial. Panen tersebut dilakukan oleh petambak udang dalam menjual hasil budi daya untuk pertama kalinya. Udang tersebut tidak dijual dimanapun kecuali hanya di salah satu tempat dan dengan sebagian hasil dari tambak udang. Panen parsial biasanya dilakukan pada saat udang berumur 2 bulan dimana panen udang pada umumnya berumur 3 bulan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga udang agar tetap bisa menjadi hasil panen yang memuaskan, karena jika di biarkan sampai 3 bulan maka kapasitas kolam kurang optimal yang membuat udang saling memangsa satu sama lain.

Daerah pesisir memanglah identik dengan mata pencaharian nelayan, yang memanfaatkan ikan sebagai potensi sumber daya utama. Namun perlu diketahui bahwa selain melaut (pergi ke laut) untuk mencari dan menagkap ikan, para masyarakat pesisir juga bisa memanfaatkan kolam buatan atau biasa disebut dengan tambak untuk berbudiya ikan. Sehingga masyarakat pesisir tidak perlu pergi ke laut untuk mendapatkan ikan.

Cukup dengan membuat dan mengelola kolam buatan/tambak tersebut sebagai ternak atau budidaya ikan. Seperti halnya di desa Batah Timur ini yang sebagian masyarakatnya memanfaatkan tambak sebagai mata pencaharian mereka. Kebanyakan masyarakat Batah Timur memanfaatkan tambak mereka dengan berternak udang, udang yang biasanya mereka budidayakan adalah udang vaname.

Hal ini karena udang vaname memiliki ketahanan terhadap penyakit yang cukup baik, lalu juga memiliki laju pertumbuhan laju yang cepat (masa pemeliharaannya berkisar 90 hingga 100 hari). Selain itu untuk menghasilkan 1 kg daging udang, memerlukan pakan sebanyak 1,3 kg. Jumlah tersebut termasuk angka yang cukup menguntungkan bagi petambak karena dapat menghemat pengeluaran untuk pakan udang tersebut.

Salah satu masyarakat batah timur yang memberdayakan udang vaname adalah Pak Mattamrin. Pak Mattamrin termasuk petambak udang yang sukses dan beliau merupakan kepala desa Batah Timur sendiri. Suksenya usaha yang dijalankan oleh beliau dapat memotivasi masyarakat sekitar untuk membudidayakan udang dengan cara modern. Hal ini membuat masyarakat mengikuti jejak Pak Mattamrin sebagai peternak udang yang sukses. Pelatihan demi pelatihan di canangkan oleh beliau sebagai salah satu program untuk memajukan desa.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Bagaimana komentar Anda? EmoticonEmoticon