Pelatihan Pembuatan Kripik Daun Mangrove

Juli 29, 2018

Indonesia sebagai salah satu wilayah pertumbuhan tanaman mangrove terbesar didunia. Hampir diseluruh daerah pesisir pantainya ditumbuhi tanaman mangrove. Tanaman mangrove berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem laut dan mengurangi terjadinya abrasi ditepi pantai.

Seiring dengan pertumbuhan tanaman mangrove yang semakin banyak, masyarakat mulai memanfaatkan tanaman mangrove dengan berbagai cara. Diantaranya digunakan sebagai obyek wisata, obat-obatan dan olahan makanan ringan lainnya. Sehingga diharapkan tanaman mangrove menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi.

Di desa Batah Timur sendiri, daun mangrove belum banyak digunakan dengan semestinya. Oleh karena itu, KKN 51 melakukan inovasi baru dengan menjadikan daun mangrove sebagai kripik. Kripik daun mangrove ini diharapkan dapat menjadi makanan ringan yang bernilai ekonomis tinggi yang dapat diproduksi sendiri oleh warga sekitar desa Batah Timur. Sosialisasi pembuatan kripik daun mangrove pada warga desa Batah Timur dilaksanakan didusun Gading tepatnya dirumah bapak kepala dusun.

Bahan yang digunakan untuk pembuatan kripik daun mangrove adalah daun mangrove muda, air, garam, tepung terigu dan tepung bumbu kentucky instan. Cara pembuatan kripik daun mangrove yakni membuang tulang daun bagian tengah terlebih dahulu. Kemudian iris memanjang bagian daunnya dan cuci hingga bersih. Daun mangrove yang telah di iris selanjutnya direndam dengan air garam selama semalam. Campur daun mangrove dengan tepung basah, kemudian lumuri ke dalam tepung kering. Panaskan minyak goreng lalu goreng daun mangrove dengan api sedang sampai warnanya berubah kecoklatan. Kripik daun mangrove siap dihidangkan.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Bagaimana komentar Anda? EmoticonEmoticon