Pelatihan Pembuatan Arang Sekam di Batah Timur

Juli 22, 2018



22 juli 2018, para pemuda Batah Timur mulai mencoba membuat arang sekam untuk media penanaman hydroponik dengan sistem modern. Modal sederhana dan seadanya yang sangat mudah ditemukan di desa tersebut menjadikan para pemuda memanfaatkan dalam pembuatan arang sekam. Peralatan tersebut terdiri dari sekam padi, kaleng bekas, sampah kering dan kayu kering. Para pemuda desa Batah Timur dibantu oleh tim KKN UTM 2018 dalam pembuatan arang sekam sehingga proses pembuatan arang sekam menjadi lebih mudah dan cepat.

Langkah pembuatan arang sekam yang dilakukan para pemuda batah timur ialah sebagai berikut: Pertama tama, mereka mengumpulkan semua bahan yang digunakan seperti sekam padi satu karung, kaleng bekas 5, dan sampah-sampah kering serta kayu untuk pembakaran. Kemudian mereka melubangi dinding kaleng dan menyusunnya meninggi menjadi satu dengan kaleng lainnya, seperti membuat cerobong asap. Lalu sekam diletakan di samping kaleng yang sudah disusun meninggi dan dilubangi dindingnya. selanjutnya, mereka memasukkan semua sampah kering dan kayu untuk proses pembakaran di dalam kaleng yang sudah di susun meninggi tadi. Yang terakhir mereka menjaga proses pembakaran hingga sekam berubah menjadi arang sekam yang ditandai dengan perubahan warna menjadi hitam merata.

Proses pembakaran sekam menjadi arang sekam membutuhkan waktu kisaran 4 jam untuk setiap satu karung sekam. Dan setelah sekam menjadi arang sekam yang sempurna maka arang sekam siap digunakan sebagai media penanaman dengan tekhnik hydroponik. Hal tersebut dilakukan karena melihat permasalahan masyarakat saat ini yang kesulitan mengelola pertanian karena kendala lahan. Selain itu melihat potensi hasil pertanian yang ada dan kurang termanfaatkan. Sehingga dari adanya permasalahan tersebut dan potensi yang ada maka pembuatan arang sekam sebagai media penanaman sangat cocok di gunakan dalam mengembangkan hasil pertanian yang efisien dan efektif di desa Batah Timur.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Bagaimana komentar Anda? EmoticonEmoticon