Kegiatan Belajar Mengajar di SDN 2 Batah Timur

Juli 31, 2018 Add Comment



SDN 2 Batah Timur, mengajar setiap pagi sudah menjadi rutinitas dari mahasiswa yang kebetulan sedang menjalani KKN di desa tersebut. Antusias pihak sekolah menyambut dengan tangan terbuka atas penawaran para mahasiswa yang sedang menjalani KKN untuk mengajar di sekolah tersebut, bukan hanya pihak sekolah, para siswa sangat gembira atas kedatangan mahasiswa untuk mengajar.

Setiap hari mereka bangun pagi untuk menunggu kedatangan para mahasiswa untuk mengajar padahal sudah ada guru pengajar sendiri dari sekolahan tapi memang di sekolahan tersebut masih kekurangan tenaga pengajar, kesempatan itu tanpa ada rasa berat mahasiswa memanfaatkan untuk mengajar sebaik-baiknya, dari mengajar kelas 1, 2, 3 sampai kelas 4.

Keceriaan terlihat jelas dilingkungan sekolah tersebut ketika kedatangan mahasiswa pengajar, suatu pagi menjelang siang begitu ceria ketika dua mahasiswa diberi amanah untuk melatih gerak jalan kepada siswa-siswi yang kebetulan akan mengikuti perlombaan gerak jalan, entah dari mana semangat para siswa-siswi muncul dengan penuh antusias sangat gembira dan ceria meskipun panas di bawah terik matahari tetap berjalan dan bukan biasanya mereka berlatih gerak jalan sejauh itu. Masyarakat begitu antusias ketika melihat siswa-siswi yang sedang berlatih gerak jalan, mereka menyaksikan dengan penuh kegembiraan dan terlihat senyum kebahagiaan. Suasana yang sangat letih, kesal, dan payah pun berubah menjadi suatu yang indah untuk disaksikan.

Keramahan semua guru-guru pengajar kepada mahasiswa begitu baik tanpa ada kekurangan dan mereka siap membantu pekerjaan anak-anak yang sedang menjalani KKN semampu yang mereka bisa. Keharmonisan antara guru dan mahasiswa sangatlah indah bagaikan sebuah keluarga yang dipenuhi dengan cahaya. Pelukan adalah hal yang sudah biasanya dilakukan oleh siswa-siswi untuk menyambut para mahasiswa setiap pagi. Senyuman, keceriaan, dan kebahagiaan terlihat jelas dilingkungan sekolahan itu.

Keadaan inilah yang sangat diinginkan oleh masyarakat dan pihak sekolahan untuk dilestarikan, masa kecil adalah momen yang harus dilatih untuk menjadi seseorang yang disiplin, berani, tanggung jawab, dan penuh kebahagiaan agar masa depan menjadi orang yang diandalkan oleh bangsa dan negara. Semoga semua itu akan tetap berjalan dilingkungan desa tersebut.

Pelatihan Pembuatan Risoles Udang Keju Mozarella

Juli 29, 2018 Add Comment


28 Juli 2018 - Udang di desa Batah Timur merupakan komoditas utama selain pertanian. Budidaya udang masyarakat desa Batah Timur selain hasil tangkapan nelayan di laut tergolong sangat potensial, hal tersebut dikarenakan jumlah udang sangat melimpah yang mampu di ekspor ke manca negara. Kuliatas udang desa Batah Timur tidak perlu diragukan lagi, karena mulai dari proses pembibitan hingga masa panen sangat di jaga kualitas pangan dan airnya. Sehingga mampu menghasilkan udang yang berkualitas tinggi pula.

Permasalahan yang dihadapi masyarakat desa Batah Timur, melihat potensi udang yang dimiliki ialah keterbatasan pengelolaan hasil udang selain menjualnya secara langsung kepada para pengepul. Harga udang relatif tinggi, hal tersebut tergantung dari ukuran udang itu sendiri dan para pengepul yang membelinya. Boleh saja menjual hasil budidaya atau tangkapan secara langsung akan tetapi terlebih lagi apabila udang dapat dikelola menjadi produk yang bisa menambah omzet para petani udang ataupun nelayan udang dan menjadi produk unggulan dari desa Batah Timur itu sendiri serta dikenal oleh masyarkat luas. Betapa indah dan menarikanya mengulik potensi desa Batah Timur.

Oleh sebab itu, kami membuat sebuah gagasan dari program pengabdian ke masyarakat dengan mengadakan pelatihan pembuatan hasil olahan udang menjadi produk yang lebih inovatif. Hasil inovasi produk udang tersebut ialah Risoles Udang Keju Mozarella.

Risoles udang keju mozarella, merupakan risoles yang berbahan dasar udang dan keju mozarella. Dimana dalam hal ini pelatihan juga melibatkan proses pembuatan keju mozarella yang mudah dan nikmat selain pembuatan risoles ludang sendiri. Berikut proses pembuatan keju mozarella.

Keju Mozarella

Ø Bahan pembuatan keju mozarella

1. Susu UHT full cream 250 ml

2. Keju Chedar 250 gram

3. Kental manis putih full cream 2 sachet

4. Nutrijel plain (tanpa rasa) 1 sachet

5. Tepung tapioka 1 sendok makan dan di larutkan air 5 sendok

6. Garam secukupnya



Ø Langkanh pembuatan

1. Campurkan susu UHT, kental manis, dan nutrijel secara merata hingga tidak menggumpal.

2. Parut keju cheddar dan campurkan parutan keju kedalam adonan tersebut.

3. Tambahkan garam hingga adonan terasa gurih.

4. Panaskan adonan dalam api kecil hingga adonan mendidih dan halus

5. Campurkan larutan tepung tapioka kedalam adonan yang mendidih dan tunggu hingga mengental.

6. Angkat adonan dan letakkan pada wadah ice cream serta tunggu hingga dingin

7. Simpan adonan keju mozarella ke dalam lemari es dengan suhu yang tinggi.

Risoles Udang Keju Mozarella

Ø Bahan risoles udang

1. Tepung terigu 1 kg

2. Tepung tapioka 8 sendok

3. Telur 8 butir (untuk kulit), dan 4 butir (untuk balutan tepung panir)

4. Udang 1 kg

5. Wortel 2 kg

6. Daun bawang dan sledri

7. Tepung panir ½ kg

8. 1 butir jeruk nipis dan 1 lembar daun jeruk

9. Bawang putih 5 siung

10. Bawang merah 10 siung

11. Kecap asin saori 2 sachet

12. Lada 50 gram

13. Garam secukupnya

14. Minyak goreng secukupnya 10 sendok makan

Ø Proses pembuatan kulit

1. Campurkan tepung terigu, tepung tapioka, dan 8 butir telur

2. Aduk hingga rata dan tambahkan air pelan-pelan hingga encer

3. Saring adonan

4. Cetak adonan dalam taflon anti lengket dengan takaran yang sama sesuai selera

Ø Proses pembuatan risoles

1. Kupas udang, bersihkan, dan cincang hingga setengah halus

2. Campurkan udang dengan jeruk nipis dan daun jeruk yang diremas, tunggu hingga 15 menit sampai bau amisnya hilang.

3. Kupas wortel, cuci bersih dan parut kecil-kecil dengan parutan keju

4. Haluskan bawang merah dan bawang putih dan tumis hingga harum

5. Setelah harum masukan udang yang sudah siap dimasak hingga setengah matang

6. Masukan wortel yang sudah di parut kecil-kecil hingga setengah masak

7. Tambahkan garam, kecap asin saori, lada bubuk, dan gula.

8. Tambahkan daun bawang dan masak hingga matang / daun bawang layu

9. Angkat isi dan tiriskan hingga sisa minyak turun dan isi menjadi dingin atau tidak panas

10. Ambil kulit dan isi dengan isi tersebut serta potongan keju mozarella

11. Lipat bagian bawah samping kanan kiri dan gulung hingga rapi

12. Kocok telur, dan celupkan adonan risoles dengan telur

13. Lumurkan risoles yang sudah di celupkan di telur dengan tepung panir

14. Goreng risoles hingga matang

15. Risoles siap disajikan

Sasaran pelatihan pembuatan produk tersebut ialah masyarakat desa Batah Timur berbagai segmen usia, sehingga bisa diterapkan pada semua kalangan. Apabila dikembangkan dan diinovasi lebih, maka akan dapat membuat citra khas dari desa Batah Timur kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan di sela pembangunan wisata baru.

Pelatihan Pembuatan Kripik Daun Mangrove

Juli 29, 2018 Add Comment

Indonesia sebagai salah satu wilayah pertumbuhan tanaman mangrove terbesar didunia. Hampir diseluruh daerah pesisir pantainya ditumbuhi tanaman mangrove. Tanaman mangrove berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem laut dan mengurangi terjadinya abrasi ditepi pantai.

Seiring dengan pertumbuhan tanaman mangrove yang semakin banyak, masyarakat mulai memanfaatkan tanaman mangrove dengan berbagai cara. Diantaranya digunakan sebagai obyek wisata, obat-obatan dan olahan makanan ringan lainnya. Sehingga diharapkan tanaman mangrove menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi.

Di desa Batah Timur sendiri, daun mangrove belum banyak digunakan dengan semestinya. Oleh karena itu, KKN 51 melakukan inovasi baru dengan menjadikan daun mangrove sebagai kripik. Kripik daun mangrove ini diharapkan dapat menjadi makanan ringan yang bernilai ekonomis tinggi yang dapat diproduksi sendiri oleh warga sekitar desa Batah Timur. Sosialisasi pembuatan kripik daun mangrove pada warga desa Batah Timur dilaksanakan didusun Gading tepatnya dirumah bapak kepala dusun.

Bahan yang digunakan untuk pembuatan kripik daun mangrove adalah daun mangrove muda, air, garam, tepung terigu dan tepung bumbu kentucky instan. Cara pembuatan kripik daun mangrove yakni membuang tulang daun bagian tengah terlebih dahulu. Kemudian iris memanjang bagian daunnya dan cuci hingga bersih. Daun mangrove yang telah di iris selanjutnya direndam dengan air garam selama semalam. Campur daun mangrove dengan tepung basah, kemudian lumuri ke dalam tepung kering. Panaskan minyak goreng lalu goreng daun mangrove dengan api sedang sampai warnanya berubah kecoklatan. Kripik daun mangrove siap dihidangkan.


Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis oleh KKN 51

Juli 25, 2018 Add Comment
Batah Timur – Kesehatan menjadi salah satu topik dalam program kerja kuliah kerja nyata kelompok 51 di Desa Batah Timur. Hal ini merupakan bentuk kepedulian terhadap adanya masyarakat yang mungkin membutuhkan pengetahuan terhadap kondisi kesehatan secara umum dan penyakit-penyakit yang sering di keluhkan oleh masyarakat.



Penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan ini dilaksanakan di dusun Blater, tepatnya di Aula TK Dharma Wanita pada Rabu, 25 Juli 2018. Acara ini diikuti oleh sekitar 43 warga yang pada umunya berusia 50 tahun keatas. Pembukaan secara resmi oleh kepala desa Batah Timur, Bapak Mat Tamrin pada pukul 14:00 WIB dengan mengucapkan basmalah secara simbolis.

Penyuluhan kesehatan berlangsung sekitar 30 menit membahas beberapa hal yang menjadi penyebab umum masalah kesehatan di masyarakat. materi penyuluhan diisi oleh saudari Julia Anita Hoda yang masih merupakan anggota kelompok KKN 51. Selanjutnya pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan mengukur tinggi badan, berat badan, tensi darah dan kadar gula darah, hingga sekitar pukul 16:30.

Kesuksesan acara ini tidak lepas dari peran aktif para pemuda Batah Timur, khususnya remaja masjid yang selalu dengan senang hati bekerjasama dengan kami, KKN 51. Selain itu, ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada bapak Mat Tamrin selaku kepala desa Batah Timur, serta Ibu Wiwik dan Bapak Khoirul selaku tenaga kesehatan yang dengan ikhlas membantu terselenggaranya penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat Desa Batah Timur.

Penyuluhan Pentingnya Pengelolaan Sampah Desa untuk Kelestarian Lingkungan

Juli 25, 2018 Add Comment
Batah Timur – Sampah merupakan bahan sisa hasil rumah tangga ataupun industri yang memiliki dampak negatif jika dibiarkan tanpa penanganan khusus. Pengelolaan sampah yang baik, akan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, bahkan dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan tidak mungkin sampah menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan kembali untuk kemaslahatan masyarakat.
 




Kelompok KKN 51 yang mendapatkan amanah di Desa Batah Timur tidak mau ketinggalan untuk memberikan sedikit pengetahuan mengenai pengelolaan sampah di sekitar desa. Program ini merupakan salah satu tantangan yang musti diusahakan untuk dicari solusi terbaiknya. Sebagai langkah awal, KKN 51 mengadakan penyuluhan tentang pentingnya pengelolaan sampah di Desa Batah Timur.

Bersamaan dengan penyelenggaraan penyuluhan kesehatan, pada Rabu, 25 Juli 2018 KKN 51 juga menyisipkan penyuluhan pengelolaan sampah dalam rentetan acara. Materi disampaikan oleh saudari Julia Anita Hoda dengan memberikan pemahaman kepada mesyarakat tentang pengelolaan sampah di desa.

Penyuluhan ini semoga menjadi langkah awal yang baik, semoga kedepan sampah-sampah yang biasanya berserakan atau dibiarkan di penampungan tanpa penanganan yang baik bisa segera teratasi. Peran pemuda dalam hal ini agaknya sangat berpengaruh, semangat dan potensi pemikiran akan berguna terutama untuk mengurangi dampak negatif adanya sampah serta memanfaatkan dan mendaur ulang sampah menjadi bahan yang bermanfaat.

Potensi Tanaman Turi di Desa Batah Timur

Juli 23, 2018 Add Comment


Desa batah timur adalah desa yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian nelayan dan petani. Desa ini terbagi atas enam Dusun yaitu Dusun Batah, Blater, Gading, Koanyar, Koandang dan Kotallon. Dari keenam Dusun tersebut memiliki cukup luas lahan pertanian yang dimanfaatkan oleh penduduk sekitarnya untuk bercocok tanam mulai dari padi, jagung, terong, dan tanaman turi. Sebagian besar lahan pertanian yang digunakan adalah untuk menanam tanaman turi.

Tanaman Turi merupakan tanaman yang memiliki batang kecil, berkayu lunak dan tingginya 5-12 m. Tanaman ini biasanya digunakan sebagai tanaman pelindung pohon rambatan bagi tanaman lada atau vanila. Tanaman turi memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi penduduk, dimulai dari daun, bunga dan polongnya yang masih muda bisa dimakan sebagai sayur atau lalapan setelah di rebus. Kulit kayu tanaman turi yang biasa disebut pepaga berwarna merah bisa dibuat obat untuk mengobati sariawan, disentri, murus darah atau mencret.

Selain digunakan sebagai obat-obatan kulit kayu ini juga bisa dijual dengan harga yang cukup tinggi biasanya diberi nama kayu timor oleh penduduk sekitar. Bunga dan daun tanaman turi ini bisa digunakan sebagai kecantikan oleh para kaum hawa, bunga digunakan sebagai memontokkan payudara dan melancarkan ASI ibu. Sedangkan daunnya sendiri digunakan untuk mengatasi keputihan. Getah yang dikeluarkan dari pepagan (kulit kayu) digunakan oleh nelayan untuk mengolesi tali pancing dan jala agar awet.

Selain itu digunakan sebagai perekat dalam penjilidan buku. Kayu tanaman turi bisa diolah menjadi kertas dengan campuran bambu, setelah dicampur menjadi bubur kayu turi menghasilkan kertas kelas menengah ke bawah seperti koran, majalah, kertas tulis dan barang cetakan murah. Daun tanaman turi digunakan sebagai makanan ternak dan pupuk hijau.

Tanaman turi yang memiliki berbagai macam manfaat dan khasiat sangat cocok sekali ditanam di daerah yang beriklim panas seperti keenam dusun yang ada di desa batah timur ini, dengan suhu udara yang mendukung akan banyak tanaman turi tumbuh subur. Tanaman turi ini sudah menjadi potensi yang dibudidayakan oleh penduduk desa batah timur ini.

Rapat KKN 51 dan Karang Taruna untuk Sukseskan Peringatan HUT RI ke-73

Juli 22, 2018 Add Comment
Batah Timur 22 juli 2018 - Kurang dari beberapa mingggu HUT RI ke 73 akan segera tiba. Begitu mengingat antusias warga khususnya remaja desa sangat ingin merayakan hari itu untuk mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah gugur. Bertepatan dengan adanya mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura yang sedang menjalani tugas KKN di Desa itu akhirnya mereka menjalin kerjasama untuk membuat perayaan HUT RI dengan membuat sebuah lomba-lomba dan acara pentas seni pada malam inagurasi.



Dengan adanya kerjasama ini seluruh warga sangat antusias dan menanti-nanti akan hadirnya hari perayaan tersebut, dari mulai anak-anak, pemuda-pemudi, dan orangtuapun sangat melebarkan senyum manis dan acungan jempol kepada para panitia lomba dari tim mahasiswa dan pemuda pemudi desa yang berkolaborasi untuk membentuk kepanitiaan dalam mensuksuskan acara itu.

Perlombaan itu diisi dengan perlombaan tradisional yang sangat unik dimana ada beberapa macam yang akan dilombakan seperti estafet bola paralon, balap egrang, balap memasukkan paku kedalam botol dan lain-lain.

Lomba-lomba ini diperuntukkan kepada seluruh warga yang ingin mendaftar perlombaan, tidak mengenal batas usia jadi orangtua pun boleh ikut, “bakal seruh nih kalau ada ibu-ibu atau bapak-bapak yang ikut perlombaan”, dan di malam inagurasi panitia akan membuat sebuah pentas seni untuk menyambut dan membahagiakan bagi peserta lomba yang meraih juara, tidak hanya itu, malam inagurasi akan diisi dengan pertunjukan yang akan disediakan oleh panitia yang akan menampilkan berbagai macam pertunjukan seperti drama, tari, musik dan lain-lain yang akan disajikan oleh kerjasama dari pemuda-pemudi desa dan mahasiswa.

Pelatihan Pembuatan Arang Sekam di Batah Timur

Juli 22, 2018 Add Comment



22 juli 2018, para pemuda Batah Timur mulai mencoba membuat arang sekam untuk media penanaman hydroponik dengan sistem modern. Modal sederhana dan seadanya yang sangat mudah ditemukan di desa tersebut menjadikan para pemuda memanfaatkan dalam pembuatan arang sekam. Peralatan tersebut terdiri dari sekam padi, kaleng bekas, sampah kering dan kayu kering. Para pemuda desa Batah Timur dibantu oleh tim KKN UTM 2018 dalam pembuatan arang sekam sehingga proses pembuatan arang sekam menjadi lebih mudah dan cepat.

Langkah pembuatan arang sekam yang dilakukan para pemuda batah timur ialah sebagai berikut: Pertama tama, mereka mengumpulkan semua bahan yang digunakan seperti sekam padi satu karung, kaleng bekas 5, dan sampah-sampah kering serta kayu untuk pembakaran. Kemudian mereka melubangi dinding kaleng dan menyusunnya meninggi menjadi satu dengan kaleng lainnya, seperti membuat cerobong asap. Lalu sekam diletakan di samping kaleng yang sudah disusun meninggi dan dilubangi dindingnya. selanjutnya, mereka memasukkan semua sampah kering dan kayu untuk proses pembakaran di dalam kaleng yang sudah di susun meninggi tadi. Yang terakhir mereka menjaga proses pembakaran hingga sekam berubah menjadi arang sekam yang ditandai dengan perubahan warna menjadi hitam merata.

Proses pembakaran sekam menjadi arang sekam membutuhkan waktu kisaran 4 jam untuk setiap satu karung sekam. Dan setelah sekam menjadi arang sekam yang sempurna maka arang sekam siap digunakan sebagai media penanaman dengan tekhnik hydroponik. Hal tersebut dilakukan karena melihat permasalahan masyarakat saat ini yang kesulitan mengelola pertanian karena kendala lahan. Selain itu melihat potensi hasil pertanian yang ada dan kurang termanfaatkan. Sehingga dari adanya permasalahan tersebut dan potensi yang ada maka pembuatan arang sekam sebagai media penanaman sangat cocok di gunakan dalam mengembangkan hasil pertanian yang efisien dan efektif di desa Batah Timur.
Pengajian Rutin Masjid At Taqwa oleh Ustadz Zainal. Lc

Pengajian Rutin Masjid At Taqwa oleh Ustadz Zainal. Lc

Juli 22, 2018 Add Comment
Batah Timur 22 Juli 2018, Remaja Masjid Attaqwa mengadakan kajian islami yang mengundang ustad zainal sebagai pembicara/pemateri. Acara tersebut diadakan sebagai wadah silahturohim sekaligus belajar bersama tentang agama. Dengan tujuan menambahah/memperkuat keimanan dan ketakwaaan masyarakat/audien terhadap Allah SWT. Target audien dari kajian tersebut adalah pemuda pemuda di batah timur. Para pemuda/kususnya anggota remas dikumpulkan di serambi masjid Attaqwa Desa Batah Timur.

Remaja masjid Batah timur sangat semangat sekali mengikuti kajian tersebut, hal ini karena pemateri memanglah piawai dalam menyampaikan materi, terlihat dari penjelasan yang mudah dimengerti sekaligus di sertai humor humor sedikit, selain itu pemateri selalu membenturkan contoh kajian pada zaman nabi sekaligus zaman modern ini, hal ini menjadikan wawasan audien menjadi lebih banyak. Pak ustad zainal selalu mengulang ngulang kata kunci dari materinya, sehingga para pendengar menjadi hafal terkait materi yang diberikan.

Dalam kajian tersebut pak zainal membahas aqidah, ibadah, dan akhlak. Dima direntekan satu satu secara runtut. Menurut beliau ibadah itu dibagi menjadi tiga tingkatan. Yakni dari yang terendah tingkat takut, kemudian tingkat pamrih, dan yang terakhir tingkat cinta/ridho. Dalam tingkat takut beliau menjelaskan bahwa, manusi beribadah itu atas sebab ketakutanya kapada neraka. Kemudian ada yang namanya tingkat pamrih dimana manusia beribadah di dunia ini karena alasan ingin mendapatkan hadiah surgaNya Allah.

Dalam kedua tingkatan tersebut ustaz zainal mengatakan bahwa ibadahnya masih dalam level yang rendah dimana manusia dalam mejalankan ibadah hanya menggurkan kewajiban atau ada mauanya. Seperti halnya bekerja pada seorang bos dll. Yang tidak didasari dengan rasa cinta dan hanya mampu melihat agama dibatas hukum, hak dan kewajiban. Tidak melihat begitu indahnya agama yang lebih dalam. Tidak ada rasa mencintai/merindukan Allah dalam ibadahnya. Maka ustad menekankan agar para pemuda desa Batah Timur menumbuhkan rasa cintanya kepada Allah SWT. Agar bisa memperkuat keimanan dan ketakwaan mereka.

Potensi Udang di Batah Timur

Juli 20, 2018 Add Comment


Batah timur, 20 Juli 2018, banyak petani udang vaname yang melakukan panen parsial. Panen tersebut dilakukan oleh petambak udang dalam menjual hasil budi daya untuk pertama kalinya. Udang tersebut tidak dijual dimanapun kecuali hanya di salah satu tempat dan dengan sebagian hasil dari tambak udang. Panen parsial biasanya dilakukan pada saat udang berumur 2 bulan dimana panen udang pada umumnya berumur 3 bulan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga udang agar tetap bisa menjadi hasil panen yang memuaskan, karena jika di biarkan sampai 3 bulan maka kapasitas kolam kurang optimal yang membuat udang saling memangsa satu sama lain.

Daerah pesisir memanglah identik dengan mata pencaharian nelayan, yang memanfaatkan ikan sebagai potensi sumber daya utama. Namun perlu diketahui bahwa selain melaut (pergi ke laut) untuk mencari dan menagkap ikan, para masyarakat pesisir juga bisa memanfaatkan kolam buatan atau biasa disebut dengan tambak untuk berbudiya ikan. Sehingga masyarakat pesisir tidak perlu pergi ke laut untuk mendapatkan ikan.

Cukup dengan membuat dan mengelola kolam buatan/tambak tersebut sebagai ternak atau budidaya ikan. Seperti halnya di desa Batah Timur ini yang sebagian masyarakatnya memanfaatkan tambak sebagai mata pencaharian mereka. Kebanyakan masyarakat Batah Timur memanfaatkan tambak mereka dengan berternak udang, udang yang biasanya mereka budidayakan adalah udang vaname.

Hal ini karena udang vaname memiliki ketahanan terhadap penyakit yang cukup baik, lalu juga memiliki laju pertumbuhan laju yang cepat (masa pemeliharaannya berkisar 90 hingga 100 hari). Selain itu untuk menghasilkan 1 kg daging udang, memerlukan pakan sebanyak 1,3 kg. Jumlah tersebut termasuk angka yang cukup menguntungkan bagi petambak karena dapat menghemat pengeluaran untuk pakan udang tersebut.

Salah satu masyarakat batah timur yang memberdayakan udang vaname adalah Pak Mattamrin. Pak Mattamrin termasuk petambak udang yang sukses dan beliau merupakan kepala desa Batah Timur sendiri. Suksenya usaha yang dijalankan oleh beliau dapat memotivasi masyarakat sekitar untuk membudidayakan udang dengan cara modern. Hal ini membuat masyarakat mengikuti jejak Pak Mattamrin sebagai peternak udang yang sukses. Pelatihan demi pelatihan di canangkan oleh beliau sebagai salah satu program untuk memajukan desa.

Hutan Mangrove, Program Pengembangan Potensi Wisata dan Harapan Besar Warga Desa

Juli 19, 2018 Add Comment







Memasuki hari kedua kegiatan KKN, kelompok 51 berkunjung ke lokasi hutan mangrove yang ada di Desa Batah Timur. Hutan mangrove yang menjadi tujuan kami kali ini berada di dusun Gading yang terletak disebelah timur posko KKN 51.

Sepanjang perjalanan menuju lokasi, kami bertemu dan menyapa para warga desa yang sedang sibuk dengan rutinitas harian. Banyak hal yang kami peroleh pagi itu, senang rasanya mendapat sambutan hangat dari warga yang begitu ramah terhadap pendatang baru seperti kami.

Setelah berjalan sekitar sepuluh menit, kami pun sampai di lokasi hutan mangrove, kami mengamati bagaimana potensi yang nantinya dapat dikembangkan. Mangrove tumbuh begitu lebat sehingga perlu penanganan yang baik dalam pengelolaan potensi wisata yang menjadi salah satu program kerja kelompok KKN 51.

Tentu pengembangan potensi hutan mangrove ini haruslah tetap mempertahankan fungsi alami pohon mangrove. Disamping itu, sampah-sampah yang ada menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk selanjutnya ditangani agar tidak menjadi cemaran lingkungan di hutan mangrove desa Barah Timur.

Program kerja pengembangan potensi wisata hutan mangrove Desa Batah Timur mungkin terlalu ambisius untuk di realisasikan. Namun, kami berkomitmen untuk mengusahakan dan menginisiasi adanya wisata alam sekaligus wisata edukasi ini. Kami juga bekerjasama dengan pemuda desa yang terdiri dari remaja masjid dan karang taruna dalam usaha pengembangan potensi wisata hutan mangrove ini.

Kerjasama ini akan menjadi hal yang patut di apresiasi karena dari awal bapak Kepala Desa dan pemuda-pemuda desa juga memiliki harapan yang besar terhadap terwujudnya wisata alam hutan mangrove di Desa Batah Timur. Dukungan dari mereka nampaknya menjadi pemupuk semangat bagi kami untuk berfikir dan melakukan langkah kongkret demi terwujudnya harapan mereka.

Kegiatan Pemberian Vaksin Difteri Pada Anak Usia Dini

Juli 19, 2018 1 Comment
Kesibukan ibu ibu mengantar balita ke posyandu
Batah Timur, 19 juli 2018. Vaksin difteri atau yang sering disebut DPT adalah singkatan dari difteri, pertusis, dan tetanus. Imunisasi DPT adalah salah satu vaksinasi yang wajib diberikan kepada balita. Penyakit difteri, pertusis, dan tetanus adalah tiga penyakit berbeda yang masing-masing memiliki risiko tinggi dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. Balita merupakan yang paling rentan terhadap suatu virus atau penyakit menular. Maka dari itu sejak usia dini balita harus di berikan vaksin agar tidak terkena difteri tersebut.

Pemberian vaksin dilakukan di Posyandu Kembang Turi yang berada di dusun Blater Desa Batah Timur, Kwanyar oleh bidan desa setempat. Vaksin Difteri diberikan kepada balita berusia mulai 5 bulan hingga 5 tahun. Pemberian vaksin yang dilakukan oleh bidan setempat juga disertai prosedur sesuai kapasitas kekebalan anak usia dini. Para bidan juga sudah terampil dalam memeriksa kesehatan balita. Selain itu dalam pelaksanaan kegiatan tersebut juga dibantu oleh ibu-ibu PKK Dusun Blater. Ibu-ibu PKK turut mengarahkan orang tua balita agar pelaksanaan bisa berjalan dengan lancar.

Warga Dusun Blater sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. terbukti dari acara tadi pagi terlihat banyak dipadati dengan kehadiran peserta Vaksin. Para orang tua balita mengaku sangat terbantu dengan pelaksanaan posyandu tersebut. karena dengan adanya pemberian vaksin yang rutin akan menghindarkan balita mereka dari berbagai penyakit. Diharapkan dari kegiatan Vaksin ini mampu meningkatkan kualitas kesehatan balita di Desa Batah Timur khususnya di Dusun Blater.